Manusia
setiap hari selalu melakukan aktivitas, mulai dari bangun tidur, makan, mandi,
berinteraksi dengan orang lain, bekerja, belajar, hingga kemudian tidur lagi. Manusia
bisa saja melakukan hal-hal tersebut tanpa berpikir karena kesemua hal tersebut
sudah menjadi rutinitas dan kebiasaan sehari-harinya. Kecuali jika manusia itu
merenung dan berrefleksi terhadap hal-hal yang terjadi dan menjadikan hari ini
lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari
ini, dan seterusnya.
Merenung
dan berpikir tidak pernah lepas dari filsafat. Segala yang ada dan mungkin ada
berdimensi naik turun. Tingkatan paling tinggi dari merenung adalah berpikir. Berpikir
artinya mencari sesuatu yang baru atau menyelesaikan sesuatu atau masalah yang
ada dengan suatu solusi. Sebenar-benar manusia adalah yang berpikir dan
menggunakan hatinya juga, tidak hanya otak.
Manusia
melakukan aktivitas berarti manusia itu sedang mengisi ruang dan waktu. Kerugian
manusia adalah jika manusia sudah tidak sadar akan ruang dan waktu. Mengurusi
hal yang bukan haknya itu pertanda manusia tidak kenal ruang dan waktu.
Melakukan pekerjaan yang melampaui batas itu pertanda manusia tidak kenal ruang
dan waktu. Menggunakan peralatan tidak sesuai dengan peruntukannya itu pertanda
manusia tidak kenal ruang dan waktu. Memaksakan kehendak itu pertanda bahwa manusia
tidak kenal ruang dan waktu. Menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan wewenang
itu juga pertanda manusia tidak kenal ruang dan waktu. Terlambat kerja itu
pertanda bahwa manusia tidak paham ruang dan waktu. Terlambat shalat itu
pertanda manusia tidak paham ruang dan waktu. Berbicara yang tidak sopan itu
juga menandakan manusia tidak mengenal ruang dan waktu.
Maka agar manusia
sadar ruang dan waktu, manusia harus pandai menerjemahkan hal yang terjadi dan harus
ikhlas untuk menerima kritik dan saran dari orang lain. Ruang dan waktu adalah
kendaran bagi manusia untuk mencapai tujuannya. Ruang dan waktu adalah sistem
dan fasilitas bagi manusia. Ruang dan waktu bagi setiap orang pasti berbeda
makna dan arti. Ada yang mengtakan waktu adalah uang. Ada yang mengatakan waktu
adalah pedang. Ada juga yang mengatakan waktu berjalan sangat cepat ketika
manusia itu merasa senang, ataupun waktu berjalan sangat lambat ketika manusia
merasa sedih atau menunggu. Tergantung darimana manusia memandangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar